Monday, September 14, 2009

Material Pilihan membuat Pedang SAMURAI Istimewa


Pedang Samurai asli dari Jepang merupakan sebuah pedang yang sudah terbukti oleh khalayak umum memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, baik kekuatan mekanis maupun magis. Kekuatan mekanis dari sebuah Pedang Samurai yaitu memiliki kemampuan untuk memotong benda-benda keras seperti logam dan benda keras lainnya. Sehingga tidak khayal lagi kalau dari dahulu hingga saat ini selalu ada saja yang mencari dan membelinya meskipun dijual dengan harga yang relatif mahal. Sebagai contoh sebuah Pedang Samurai dengan ukuran panjang blade 12 inchi sampai dengan 15 inchi (ukuran kecil) dengan harga Rp. 300.000.000, 00. Betapa berharganya sebuah Pedang Samurai untuk saat ini. Menurut perhitungan dengan semakin bertambahnya usia pedang akan memiliki harga jual yang semakin mahal. Hal inilah yang mendorong oleh semua orang untuk menjadikan investasi dalam bentuk mengkoleksi Pedang Samurai.

Nama pedang yang diberi julukan Samurai ini yang sebenarnya nama pedangnya adalah Katana atau Nihoto ternyata benar-benar memiliki kekuatan mekanis yang sangat luar biasa disamping memiliki berat yang sangat ringan. Rahasianya terletak pada aplikasi material yang dipergunakan dalam pembuatan Pedang Samurai tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa material utama penyusun Pedang Samurai adalah Titanium, yaitu sebuah unsur kimia yang memiliki nomor ator 22 dalam Tabel Periodik dengan Simbol Ti. Titanium merupakan logam transisi yang sangat kuat, ringan, tahan terhadap korosi, tahan terhadap air laut dan chlorine.

Pengujian Titanium dapat dilakukan dengan Mesin Uji Kekerasan Vickers yang menunjukkan harga kekerasan sebesar 970 MPa sedangkan dengan menggunakan Mesin Uji Brinel menunjukkan harga kekerasan sebesar 116 GPa. Modulus Young 716 MPa dengan poisson ratio (angka poisso) 0,32. Titik lebur Titanium 1941oK (1668oC) dan titik didihnya sebesar 3560oK (3287oC). Jari-jari atom 140 pm, jari-jari kovalen 136 pm. Struktur kristal berbentuk hexagonal dan bilangan oksidasi sebesar 4. Berat dari Pedang Samurai sangat ringan karena menggunakan material dengan massa jenis sebesar 4.506 g/cm3 dengan fase solid.
Warna Titanium ini adalah putih-metalik-keperakan. Biasanya bahan Titanium ini banyak dipergunakan sebagai alloy kuat dan ringan terutama dengan Besi (Fe) dan Aluminium (Al).

Sedangkan keunikan dari material utama penyusun Pedang Samurai dari jepang, Titanium adalah apabila mengalami benturan material ini tidak mengalami penurunan sifat mekaniknya melainkan akan bertambah sifat mekaniknya. Artinya apabila sebuah Pedang Samurai dipergunakan untuk memotong sesuatu benda atau untuk berperang maka Pedang Samurai akan bertambah kekerasannya (ketajamannya) apabila sudah menyentuh sesuatu benda yang mau dipotong atau menyentuh lawan tersebut. Hal ini sama persis seperti pada Zirconium (dari bahan keramik). Fenomena ini dapat terjadi karena saat terjadi benturan pada Pedang Samurai dengan bahan Titanium akan mengubah struktur atomnya dari (austenit+martensit) menjadi martensit murni, kalau dimisalkan ini terjadi pada struktur logam. Tetapi untuk logam proses ini dapat terjadi apabila ada penurunan temperature dari temperature (austenisasi+martensit) menjadi temperature martensit murni. Semua logam akan mengalami proses tersebut apabila ada penurunan temperature kecuali pada Titanium dan Zirzonium. Kedua material ini adalah kelainan dari sifat material secara umum. Proses ini tidak dilalui dengan cara penurunan temperature seperti pada kebanyakan logam melainkan dilalui dengan cara adanya benturan atau pukulan pada material tersebut.

Perubahan struktur atom dari (austenit+martensit) menjadi martensit murni pada material penyususn Pedang Samurai ini akan mengakibatkan munculnya tegangan sisa pada pedang tersebut. Tegangan sisa adalah tegangan yang tersimpan didalam material diluar batas kekuatannya (tegangan lebih. Kalau dicontohkan pada material/bahan pada umumnya seperti logam baja, tegangan sisa dapat terbentuk kalau struktur atomnya saling berdesakan satu sama yang lain. Kalau atom-atom penyusun material tersebut saling berdesak-desakan tentunya akan membuat material akan menjadi semakin kuat dan keras. Hal ini dapat dicontohkan pada proses Heat Treatment untuk pengerasan pada logam dengan cara Quenching (Penyepuhan). Quenching atau penyepuhan pada sebuah logam dapat dilakukan dengan cara memanaskan sebuah logam sampai pada daerah austenisasi. Setelah mencapai daerah austenisasi, logam dicelupkan pada fluida (cairan) seperti air, oli, dan sebagainya. Proses ini akan menghasilkan sebuah logam yang lebih keras dari logam asal (sebelum dilakukan proses Heat Treatment). Hal ini disebabkan munculnya tegangan sisa pada material/bahan yang mengalami Quenching (Penyepuhan) tersebut.

Sehingga dengan mengaplikasikan material yang sangat unik dan langka pada Pedang Samurai dari Jepang inilah yang membedakan antara Samurai dengan senjata atau pedang yang lain. Perbedaan tidak hanya terletak pada jenis material saja melainkan juga pada sifat mekanisnya dan perlakuan perawatannya serta harga jualnya. Untuk pembahasan perawatan Pedang samurai akan dijabarkan pada posting berikutnya.


Sumber:
http://kodoksaintek.blogspot.com/2009/07/material-unik-dan-langka-penyusun.html

Friday, September 11, 2009

Si Elang Jantan Penguasa Belantara Angkasa

Pesawat Tempur Sukhoi






NAVY SEA Show of Phorsche

Kapal induk


Empat kapal induk, Principe de Asturias, USS Wasp, USS Forrestal and HMS Invincible (depan ke belakang).

Kapal induk (bahasa Inggris: carrier vessel, CV) adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara ke dalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi-operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan. Sebagai kapal yang membawa pesawat, kapal induk memiliki fleksibilitas tempur yang lebih tinggi dibanding jenis kapal perang lainnya. Selain kegunaan tempur, kapal induk juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti pengintaian, superioritas udara, atau memberikan bantuan. Saat Tsunami Aceh tahun 2004, Angkatan Laut Amerika Serikat menurunkan 1 kapal induknya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban, mencari orang-orang hilang, dan mengangkut jenazah-jenazah korban.


Kapal kombatan


Kapal tempur USS Iowa (BB-61).

Kapal kombatan (bahasa Inggris: combatant ship) adalah kapal perang bersenjata yang lazim dimiliki oleh angkatan laut yang digunakan untuk pertempuran langsung di lautan. Umumnya dipersenjatai dengan meriam, meriam anti serangan udara, peluru kendali baik anti serangan udara, anti kapal selam, maupun terhadap sasaran di darat, torpedo, ranjau, bahkan rudal jelajah. Pada Generasi 80-an sampai sekarang fungsi meriam dieliminir oleh rudal meskipun masih sering dijumpai. Selain itu umumnya dilengkapi dengan landasan helikopter pada kapal-kapal tertentu.
Selain persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan sistem navigasi yang berbeda dengan kapal penumpang atau kapal lain. Sebab dilengkapi radar yang sistem dan jangkauannya lebih luas, sonar, sistem komunikasi yang menggunakan kode khusus (sandi) serta pada kapal tertentu diberi alat anti ranjau yang dinamakan kapal penyapu ranjau.

Jenis-jenis kapal kombatan


Kapal perusak HMCS Algonquin, kelas Iroquois.
1. Kapal tempur
2. Kapal jelajah
3. Kapal perusak
4. Fregat
5. Korvet
6. Kapal penyapu ranjau


Kapal selam


Kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.
Jerman memiliki kapal selam yang populer dengan sebutan U-Boat yang merupakan ringkasan bagi Unterseeboot, mulai ditugaskan dalam Perang Dunia I sebagai sistem senjata yang mematikan bagi Angkatan Laut lawan terlebih-lebih pada Perang Dunia II. Sehingga terkenal dengan sebutan U-Class. Selain Jerman, negara yang populer menggunakan kapal selam sebagai kekuatan utama Angkatan Laut adalah Uni Soviet/Rusia
Salah satu pesawat selam yang lain adalah lonceng selam.

Kapal selam militer

Kapal selam militer digunakan untuk kepentingan perang atau patroli laut suatu negara, berdasarkan jenisnya setiap kapal selam militer selalu dilengkapi dengan senjata seperti meriam kanon, torpedo, rudal penjelajah / anti pesawat dan anti kapal permukaan, serta rudal balistik antar benua.

Jenis Jenis Kapal Selam berdasarkan Tenaga Penggerak (propulsi)
A. Kapal Selam Diesel Elektrik
Kapal selam diesel elektrik adalah sistem penggerak kapal selam tertua yang masih digunakan sampai saat ini. Sistem propulsi ini begitu handal sehingga negara pemilik kapal selam nuklir pun masih merasa perlu memiliki kapal selam diesel elektrik. Dari 5 negara pemilik kapal selam nuklir hanya Amerika Serikat yang tidak menggunakan sistem propulsi ini. Dalam keadaan tertentu , kapal selam jenis ini lebih mematikan daripada kapal selam nuklir.
B. Kapal Selam Nuklir
Sekitar enam bulan sebelum pecahnya PD II, pada Maret 1939 Dr George Pegram dari Columbia University, New York, mengusulkan kepada Angkatan Laut AS ( US Navy ) untuk mengembangkan pemakaian uranium sebagai sumber daya, termasuk untuk menggerakkan turbin kapal selam. Angkatan Laut tertarik dan memulai riset. Tetapi setelah pengboman Pearl Harbour dan AS terlibat dalam perang, semua material yang berkaitan dengan tenaga atom ditarik, dipusatkan untuk " Proyek Manhattan " guna pembuatan bom atom pertama ( Little Boy dan Fat Man )

Kapal siluman

Kapal Siluman (Stealth ship) adalah kapal yang tidak kasat radar atau tidak tertangkap radar, kalaupun tertangkap biasanya citra yang ditampilkan pada layar radar mirip kapal nelayan atau objek yang tidak membahayakan. Rancang bangun kapal ini adalah memodifikasi kapal perang biasa dan umumnya digunakan oleh militer dengan menyembunyikan tonjolan atau bangun kapal yang dianggap dapat memperbesar citra radar (RCS/Radar Cross Section) seperti bentuk dan dudukan serta letak meriam, mengurangi tiang-tiang kapal, menyembunyikan peluncur rudal sampai menggunakan bahan antiradar (RAM/Radar Anti Material).
Saat ini kapal model seperti itu dapat dijumpai pada kapal Fregat kelas La Fayyete (Perancis) dan masih dalam penelitian serta riset untuk membentuk kapal perang dimasa datang

Beberapa contoh kapal siluman

HMS Daring


800px-USS Zumwalt


800px-F261 Magdeburg


F805 Efersten


800PX-US Navy Sea




Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/

Tuesday, September 8, 2009

Mesin - mesin Penghancur

Challenger 2

Designation: Challenger 2
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: BAe Systems Land Systems - UK
Country of Origin: United Kingdom
Initial Year of Service: 1994
Number Built: Not Available


Challenger dua merupakan jawaban Inggris akan teknologi MBT masa depan. Sistem hebat ini mengkombinasikan survivabilitas awak, kekuatan tembak, dan performa dalam sistem yang komplet, layak menjadi perhatian bagi semua musuh. MBT ini telah membuktikan keberhasilannya sejak diperkenalkan pada 1998 dan akan menjadi senjata utama bagi Inggris pada beberapa tahun ke depan.

Challenger 2 didesain untuk menggantikan seri Chieftain yang menua. MBT ini juga merupakan pengembangan dari Challenger 1, yang tampak luarnya juga memang similar. Challenger 1 dianggap sukses dalam Perang Teluk Persia di awal 1990an, walaupun jauh dari kata sempurna menurut para perancang perang Inggris. Selain kesamaan visual dengan Challengger 1, Challenger 2 merupakan desain teknologi yang sangat baru dengan kemampuan yang hebat.

Challenger 2 dibuat dengan dilengkapi meriam utama L30 rifled. Dikombinasikan dengan sebuah sistem kontrol penembakan terintegrasi, stabilisasi dan pelacak terspesialisasi, Challenger 2 menawarkan kemampuan “first-hit” yang jauh lebih baik. Dalam rangka perlindungan untuk keempat awaknya, Challenger 2 dilapisi dengan lapisan baja canggih yang terbukti dalam percobaan paling efektif untuk menahan proyektil anti-tank modern. Sebagai tambahan, seluruh material eksplosif disimpan dalam “keranjang” baja di bawah turret, menambah tingkat survvivabilitas awak.

Bersama meriam utama 120mm, sebuah senapan mesin koaksial 7.62mm, dan sebuah senapan mesin anti-pesawat 7.62mm juga menambahkan 10 granat asap dalam kluster yang terpasang 5 tiap sisi turret. Tangki bahan bakar opsional dapat ditambahkan di belakang hull untuk menambah jarak tempuh 450km. Chasis-nya juga dapat dipakai untuk peralatan lain seperti mesin engineering perang (sebuah mata pisau dozer dapat dipasang di depan hull), sebuah lapis jembatan, dan tank trainer pengemudi.

Oman menjadi negara selain Inggris yang menjadi operator Challenger 2 hingga saat ini. Omam membeli 38 tank yang dilengkapi dengan sistem pendingin, sebagai adaptasi dari medan gurun yang panas. Angkatan Darat Inggris mempunyai sekitar 386 tank ini yang telah terlihat di Bosnia, Kosovo dan Irak. Challenger 2 diketauhi sebagai proyek spekulasi pribadi oleh Alvis Vickers Ltd dan BAe Systems Land Systems, semuanya di Inggris.

Specifications: Challenger 2

Dimensions:
Length: 37.89ft (11.55m)
Width: 11.55ft (3.52m)
Height: 8.17ft (2.49m)

Performance:
Speed: 35mph (56km/h)
Range: 280miles (450km)

Structure:
Crew: 4
Weight: 68.9 US Short Tons (62,500kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes (Passive Only)

Power:
Engine(s): 1 x Perkins Engines CV-12 Condor V12 12-cylinder diesel engine delivering 1,200 hp of power @ 2,300rpm.

Armament:
1 x 120mm L30 CHARM Gun (CHallenger main ARMament)
1 x 7.62mm coaxial machine gun
1 x 7.62mm air defense machine gun
2 x 5 smoke grenade dischargers

Ammunition:
50 x 120mm projectiles
4,000 x 7.62mm ammunition
10 x smoke grenades


Challenger 1 (Challenger)

Seri Challenger adalah MBT yang pada awalnya didesain untuk pesanan ekspor Iran yang diberi kode “Shir 2”. Ketika Shah Iran diturunkan oleh sebuah rezim fundamentalis pada 1979, pesanan sebanyak 1.225 Shir 2 seluruhnya dibatalkan. Hasilnya, desain Shir 2 diubah sebagai konsep angkatan bersenjata Inggris, yang menjadi seri tank Challenger, yang menjadi dua model produksi utama, Challenger 1 dan Challenger 2 yang menghasilkan performas sangat hebat bagi Inggris.

Dengan Inggris yang mencari MBT baru untuk menggantikan seri Chieftain dan pengembangan MBT bersama dengan Jerman Barat batal, Inggris mengganti progam untuk mengembangkan MBT-80. Sayangnya, program MBT-80 terhambat dan dananya membengkak menyebabkan program ini dibatalkan dan dialihkan ke program Shir 2 (Challenger) yang dimodernisasi dan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan AD Inggris dan funsionalitas dalam iklim yang lebih panas.


Challenger diperkenalkan pada 1983, mempunyai lapis baja Chobham dan meriam utama 120mm tipe L11A5. Seperti Chieftain, enam roda besar dipasang di tiap sisi trek (rantai)-nya. “Skirting” samping diimplementasikan untuk meningkatkan proteksi awak dan struktur internal. Mesinnya dipasang di bagian belakang hull dan terdiri dari mesin diesel tunggal Perkins Condor V-12 yang menghasilkan 1.200bhp. Desain turret menampilkan plat miring dan tank ini diawaki oleh 4 orang untuk operasio optimal. 64 proyektil dapat dibawa untuk meriam utamanya. Sebagai tambahan, teradapat senapan mesin ko-aksial 7.62 mm dan sistem anti pesawat 7.62mm yang terpasang pada bagian atas turret. Pelontar granat juga dipasang pada tiap sisi turret.

Suku cadang Challenger dapat digunakan untuk implementasi lain termasuk tank trainer (dengan turret statis), tank komandan, serta kendaraan perbaikan dan recovery. Dengan munculnya Challenger 2 yang lebih canggih, seluruh jenis tank Challenger 1 dipensiunkan pada 2000. Yordania yang menjadi satu-satunya operator lain Challenger tetap memakai sekitar 288 unit yang diberi nama sebagai “Al-Hussein”.


Specifications:
Designation: Challenger 1 (Challenger)
Length: 37.89 ft; 11.55 m
Width: 11.88 ft ; 3.62 m
Height: 10.27 ft ; 3.13 m
Engine(s): 1 x Perkins Engine Company Condor CV-12 12-cylinder diesel engine with an output of 1,200bhp @ 2,300rpm.
Weight: 67.5 tons (US Short) ; 61,200 kg
Max Speed: 35 mph ; 56 km/h
Max Range: 280 miles ; 450 km
Armament: 1 x 120mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 7.62mm anti-aircraft machine gun; 2 x 5 smoke grenade dischargers
Ammunition: 64 x 120mm projectiles; 4,000 x 7.62mm ammunition
NBC Protection Yes
Night Vision Yes (Passive Only)
Crew 4
Operators United Kingdom and Jordan.

Variants:
• Challenger - Initial Series Designation until adoption of Challenger 2 into service, thus necessitating a need for the Challenger "1" designation; based on the formerly Iranian export design of the "Shir 2" main battle tank.
• Challenger ARV - Armored Recovery Vehicle
• Challenger Trainer - Driver Training Vehicle with fixed turret.
• "Al Hussein" - Jordanian Export Variant sold as refurbished British product.


DIO Zulfiqar

Iran mendesain dan membuat Zulfiqar, MBT yang diklaim merupakan versi upgrade dari T-55 milik Soviet. Perbedaan di antara keduanya adalah bahwa Zulfiqar memiliki mesin yang lebih baik, sistem kontrol penembakan terkomputerisasi, proteksi awak NBC dan kemampuan deteksi musuh pada siang/malam hari. Zulfiqar diawaki tiga orang dengan loader senjata otomatis. Lapisan bajanya diperkirakan merupakan baja reaktif ledakan (explosive reactive armor).


Specifications
Designation: DIO Zulfiqar
Engine(s): 1 x Diesel engine delivering 1,000 horsepower.
Weight: 44.1 tons (US Short) | 40,000 kg
Max Speed: 43 mph | 70 km/h
Max Range: 311 miles | 500 km
Armament: 1 x 125mm Main Gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7mm anti-aircraft machine gun
Ammunition: Unknown
NBC Protection: Yes
Night Vision: Yes
Crew: 3
Operators: Iran


Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Designation: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: Krauss-Maffei Wegmann, Munich, Germany
Country of Origin: Germany
Initial Year of Service: 1965
Number Built: 5,816

Leopard 1 merupakan tank dengan desain (setelah perang) klasik milik Jerman yang mempunyai fitur seperti pendahulunya, skirting bergelombang dan turret yang terpasang di bagian depan bodi tank.

Leopard 1 mulai beroperasi pada 1965 untuk AD Jerman dan diminati oleh banyak negara asing. Walaupun tidak beroperasi secara penuh di AD Jerman, Leopard 1 mengalami banyak pengembangan dan modifikasi di negara lain agar lebih ringan pengoperasiannya. Sasis-nya juga digunakan untuk produksi peralatan/kendaraan artileri 35mm “self-propelled” Gepard Flakpanzer dan kendaraan “combat engineering”.

Sistem NBC, penglihatan malam, dan beberapa pilihan lain (termasuk lapis baja ekstra) juga tersedia untuk Leopard 1. Versi awal Leopard 1 mempunyai alat penglihatan malam inframerah, sementara versi selanjutnya menggunakan peralatan penglihatan malam pasif.

Oto Melara memproduksi Leopard 1 secara lokal di Italia untuk AD Italia. AD Jerman tidak lagi menggunakan Leopard 1 sejak digantikan oleh Leopard 2.


Specifications: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Dimensions:
Length: 31.30ft (9.54m)
Width: 11.06ft (3.37m)
Height: 8.60ft (2.62m)

Performance:
Speed: 40mph (65km/h)
Range: 373miles (600km)

Structure:
Accommodation: 4
Weight: 46.7 US Short Tons (42,400kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes - Passive

Power:
Engine(s): 1 x MTU MB 838 Ca M500 10-cylinder multi-fuel engine generating 830hp @ 2,200rpm.

Armament & Ammunition:
1 x 105mm main gun
1 x 7.62mm coaxial machine gun
1 x 7.62mm machine gun
2 x 4 smoke grenade dischargers
Ammunition:
60 x 105mm projectiles
5,500 x 7.62mm ammunition
8 x smoke grenades

Variants:
Leopard 1A1A1 - Additional Turret Armor
Leopard 1A2 - Updated turret function and passive night vision equipment installed.
Leopard 1A3 - Improved armor protection and new all-welded turret production.
Leopard 1A4 - Integrated fire control system implemented. This represents the last variant used by the German Army.
Leopard 1A5 - Updated nightvision equipment, computerized fire control and became upgraded version for all earlier German Army models.
Leopard 1 AVLB - Bridgelayer
Leopard 1 ARV - Armored Recovery Vehicle
Leopard 1 AEV - Engineering Vehicle
Leopard 1 Trainer - Sans turret, replaced with windowed turret for driver training.
Gepard Flakpanzer - Mobile twin-35mm anti-aircraft air defense system (Leopard 1 chassis).



T-90

Type: Main battle tank
Place of origin: Russia
Service history: Used by Russia and India
Status: Operational

Production history
Designer: Kartsev-Venediktov
Designed: 1993
Manufacturer: Uralvagonzavod
Unit cost: 35,226,000 RUB; $1,371,000 USD
Produced: 1995 - Present

Specifications
Weight: 46.5 tonnes
Length: 9.53 m (31.27 ft)
Width: 3.78 m (9.12 ft)
Height: 2.22 m (7.28 ft)
Crew: 3
Suspension: torsion bar

Armor: Classified steel-composite-reactive blend
Primary armament: 125 mm smoothbore gun with ATGM capability; mainly 9M119 Svir
Secondary armament: 7.62 mm coaxial machine gun, 12.7 mm anti-aircraft machine gun

Engine: Model 84 V-84 12-cyl. diesel; V-92 12-cyl. diesel; V-96 12-cyl. diesel
Power: 840 hp (626 kW) for Model 84 V-84 12-cyl. diesel engine; 950 hp (708 kW) for V-92 12-cyl. diesel engine; 1,100 hp (820 kW) for V-96 12-cyl. diesel engine
Power/weight: 18.1 hp/tonne (13.5 kW/tonne) for Model 84 V-84 12-cyl. diesel engine; 20.4 hp/tonne (15.2 kW/tonne) for V-92 12-cyl. diesel engine; 23.7 hp/tonne (17.6 kW/tonne) for V-96 12-cyl. diesel engine
Range: 650 km
Speed: 65 km/h




T-90 merupakan Tank Tempur Utama Rusia (MBT) yang dikembangkan dari T-72, dan saat ini merupakan tank paling modern yang beroperasi dengan AD dan Infanteri AL Rusia, dan AD India. T-90 menggunakan senapan dan pembidik gunner 1G46 dari T-80U, mesin baru, dan penjejak panas. Termasuk sistem perlindungan Kontakt-5 ERA, penerima peringatan laser, kreator pulsa elektromagnetik EMT-7 untuk memusnahkan ranjau magnetis dan sistem jamming ATGM inframerah Shtora. Tank ini dirancang dan dibuat oleh Uralvagonzavod, di Nizhny Tagil, Rusia.


Pengembangan

Pada tahun 1992, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Rusia tidak lagi mampu untuk mengembangkan MBT secara paralel. Sejak dua tank T-80U yang "berkualitas" dan T-72B yang murah ("kuantitas") sedang diproduksi pada pabrik yang berbeda, dan setiap pabrik penting bagi perekonomian dari kota, pemerintah membuat pesanan kecil untuk keduanya. Omsk membuat lima T-80Us dan Nizhni Tagil 15 tank T-72, dan keduanya memproduksi lebih banyak dengan harapan adanya pesanan ekspor. Nizhni Tagil telah membuat beberapa T-72BM, T-72B yang diupgrade dengan lapis baja reaktif-eksplosif generasi ketiga (ERA) yang disebut denganKontakt-5, yang telah dimiliki oleh T-80U.

Untuk lebih meningkatkan prospek ekspor T-72 dan kesempatan untuk dipilih sebagai satu-satunya produksi dari Rusia MBT, sistem kontrol penembakan milik T-80U yang lebih canggih juga ditambahkan yang menghasilkan T-72BU. T-90 dikembangkan oleh Biro Desain Kartsev-Venediktov, Uralvagonzavod, di Nizhny Tagil. Pada awalnya oleh pengamat Barat dianggap sebagai tank dengan desain yang sepenuhnya baru. Tetapi pada kenyataannya model ini sebenarnya berdasarkan T-72BM, ditambah dengan beberapa fitur milik seri T-80.

T-90 dengan mesin 840 hp (630 kW) diproduksi pada level rendah pada 1993, berdasarkan purwarupa T-72BU. Tank ini memiliki lapis baja reaktif-eksplosif Kontakt-5 generasi baru pada hull dan turret. T-90 merupakan upgrade besar untuk setiap sistem di T-72, termasuk meriam utama.

Dua varian, T-90S dan T-90E, telah diidentifikasi sebagai model ekspor.

Models

•T-90 - Original production model.
•T-90K - Command version of the T-90.
•T-90E - Export version of T-90.
•T-90A - Russian army version with welded turret, V-92S2 engine and ESSA thermal viewer. Sometimes called T-90 Vladimir or T-90M.
•T-90S - Export version of T-90A. Sometimes called T-90C (Russian Cyrillic letter es looks like a Latin c). Tanks are found with two different turret armour arrays.
•T-90SK - Command version of the T-90S. It differs in radio and navigation equipment and Ainet remote-detonation system for HEF rounds.
•T-90S "Bhishma" - modified T-90S in Indian service.


Variants

•BREM-72 - Armoured recovery vehicle.
•MTU-90 - Bridge layer tank with MLC50 bridge.
•IMR-3 - Combat engineer vehicle.
•BMR-3 - Mine clearing vehicle.


Production and service history

Kementerian Pertahanan Rusia yang membuat pilihan satu MBT pada tahun 1995. T-80 yang lebih mahal dan rumit, bahan bakar-mesin turbin gas yang boros menyebabkan keuntungannya dipertanyakan. Pada bulan Januari 1996, Col-Gen. Aleksandr Galkin, Kepala dari Main Armor Directorate Departemen Pertahanan, mengumumkan bahwa T-90 telah terpilih sebagai satu-satunya MBT Rusia. Namun T-80 yang baru dan telah upgrade akan tetap beroperasi di Rusia sampai akhir masa operasi mereka. Rencananya, semua tank model lama akan digantikan oleh T-90 pada akhir 1997, tergantung pada ketersediaan dana.

Bulan September 1995, sekitar 107 tank T-90 telah diproduksi, di Distrik Militer Siberian. Pada pertengahan 1996 sekitar 107 T-90 mulai beroperasi untuk Far Eastern Military District. Beberapa ratus tank ini telah diproduksi, dengan berbagai perkiraan yang menyatakan bahwa antara 100 dan 300 tank beroperasi, terutama di Far East.

Pada 1999 terlihat tampilan baru model T-90, yang memiliki turret terpatri penuh dari turret milik MBT eksperimental Obyekt 187. Model baru ini disebut "Vladimir" untuk menghormati kepala desainer T-90 Vladimir Potkin, yang meninggal pada tahun 1999. Tidak diketahui bagaimana desain ini akan mempengaruhi tata letak dan perlindungan dari turret, atau apakah layout lapis baja pada hull telah diubah.

Pada tahun 2006, terdapat sekitar 1.200 T-90 tank beroperasi untuk AD Rusia Tank Divisi Pertahanan ke-5, di Siberian Military District, dan tujuh tank T-90 untuk AL. 120 T-90 diharapkan untuk mulai beroperasi di tahun 2007, dan 300 pada 2008.

T-90 merupakan solusi sementara, sambil menunggu berlakunya MBT baru Rusia yang saat ini dalam pengembangan. Sementara itu, T-90 mungkin akan tetap diproduksi dengan kecepatan rendah untuk menjaga line produksi tetap berjalan sampai desain baru tersedia.

Russian Federal Service untuk Kontrak Pertahanan (Rosoboronzakaz) mengumumkan pada bulan Juli 2008 bahwa tank yang baru, (kabar angin menyebutkan T-95), direncanakan untuk mulai beroperasi setelah 2010. Akan tetapi, T-90 diharapkan untuk tetap beroperasi sampai 2025, sementara tank lama T-72 dan T-80 tanks sedang dipensiunkan secara bertahap.

Tank T-90 di India

Tank versi T-90S beroperasi untuk AD India, dan produksi lokal tank Bhishma T-90S dimulai di India pada tahun 2006 atau 2007. Bhishma (yang juga dieja 'Bishma') adalah pahlawan epos dari India, Mahabharata.

Pada tahun 2001, India membeli 310 tank T-90S dari Rusia, yang telah dikirim utuh 120, 90 semi-knocked down kit, dan 100 completely-knocked down kit. T-90S dibuat oleh Uralvagonzavod dan tenaga mesin 1000 hp dari Chelyabinsk Tractor Plant. Namun tank ini tidak memiliki sistem perlindungan aktif Shtora walaupun ada laporan mengenai kontrak terpisah untuk pengiriman dari versi modern sistem ini yang sedang dibahas. T-90 yang telah dipilih karena merupakan pengembangan langsung dari T-72, yang mana India telah pula mengoperasikannya, menyederhanakan pelatihan dan pemeliharaan. India membeli T-90 setelah keterlambatan produksi tank produksi dalam negeri, Arjun, dan untuk mengantisipasi pengoperasian T-80UD (Ukraina) oleh Pakistan pada 1995-97.

Kesepakatan antara India dan Rusia, diperkirakan bernilai USD $ 750 juta, juga transfer teknologi dan sistem persenjataan T-90 secara lengkap ke India. Dengan bantuan Rusia dan Perancis, India mengembangkan versi upgrade dari T-90S, yang dikenal sebagai Bhishma. Namun, India telah melaporkan adanya masalah yang timbul dengan penjejak thermal rancangan Perancis yang timbul karena intensitas panas gurun. Pada tahun 2006, Pemerintah India memberikan kontrak senilai USD $ 2,5 miliar untuk produksi 1000 T-90S Bhishma. Pada tanggal 26 Oktober 2006, India menandatangani kesepakatan lain dengan Rusia senilai 800 juta USD untuk 330 T-90S. Secara keseluruhan, India berencana untuk memiliki 1.500 T-90S yang beroperasi di tahun 2020.


Potential foreign sales

Cypriot House Defense Committee –Yunani menyetujui dana pada Januari 2009 untuk pembelian 41 T-90 Rusia. Uang yang berasal dari anggaran pertahanan 2009. Siprus sudah mengoperasikan T-80. Sumber anonim dari pertahanan Venezuela mengatakan bahwa Presiden Hugo Chavez "ingin mengganti AMX-30 yang telah usang dengan sekitar 50-100 T-90" menurut sebuah artikel pada Oktober 2008 yang ditulis oleh analis Jack Sweeney. Venezuela mungkin akan membeli T-90 pada akhir 2008.

Algeria dinyatakan sedang bernegoisasi untuk membuat kontrak militer besar yang capat mencakup beberapa jenis tank Rusia pada Juni 2008. Arab Saudi dilaporkan, pada bulan Juli 2008, oleh harian Rusia Kommersant sedang bernegosiasi untuk membeli 150 T-90. Menteri Pertahanan Libanon Elias Murr El bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov pada bulan Desember 2008, untuk membicarakan kemungkinan transfer peralatan militer Rusia termasuk tank T-90.

Persenjataan


Persenjataan utama T-90 adalah meriam smoothbore 2A46M 125 mm. Meriam ini adalah versi modifikasi meriam anti-tank Sprut, dan merupakan meriam yang sama yang digunakan oleh tank seri T-80. Meriam ini dapat diganti tanpa pembongkaran turret dan mampu menembakkan amunisi armour-piercing fin-stabilized discarding sabot (APFSDS), high-explosive anti-tank (HEAT-FS), and high explosive fragmentation (HE-FRAG), serta misil kendali anti-tank 9M119M Refleks. Misil Refleks memiliki kendali sinar laser semi-otomatis dan tandem dengan hulu ledak HEAT. Memiliki jarak tembak efektif 100 m hingga 6 km, dan dengan waktu 17,5 detik untuk mencapai jarak maksimum. Refleks dapat menembus ~ 950 mm besi baja dan juga dapat ditembakkan ke sasaran udara rendah seperti helikopter.

Senapan mesin anti-pesawat Kord yang 12.7mm dapat dioperasikan dari dalam tank oleh komandan dan memiliki jangkauan 2 km dengan 650-750 putaran per menit dengan 300 kotak amunisi. Senapan mesin coaxial PKT 7,62 mm dengan berat sekitar 10,5 kg, mempunyai kapasitas 250 kotak amunisi (7000 putaran) dengan tambahan berat 9,5 kg.

Seperti tank Rusia modern lainnya, meriam 2A46M pada T-90 mempunyai loader otomatis sebagai pengganti loader manual dalam tank dan menguragi kebutuhan awak menjadi 3 (komandan, penembak meriam dan driver). Autoloader dapat membawa 22 amunisi siap-tembak dalam carousel-nya dan dapat mengisi amunisi dalam waktu 4-5 detik. Terdapat pertimbangan agar loader otomatis pada T-90 dimodifikasi untuk dapat mengoperasikan amunisi baru seperti 3BM-44M APFSDS. Selain itu T-90 memiliki fitur sistem saklar Ainet yang memungkinkan untuk meledakkan amunisi HE-FRAG yang ditembakkan pada jarak tertentu dengan bantuang pencari jarak laser, meningkatkan kinerja penembakan terhadap sasaran helikopter dan infanteri.

Sistem kendali penembakan pada T-90 meliputi sistem pembidik siang-malam PNK-4S/SR AGAT yang terpasang pada ruang komandan yang memungkinkan untuk deteksi malam hari terhadap target berukuran tank pada jarak antara 700 dan 1100 meter. Model awal dari T-90 dilengkapi dengan penjejak TO1-KO1 BURAN, namun pada model selanjutnya (T-90S) telah diupgrade dengan penjejak imaging thermal ESSA, yang memungkinkan untuk penembakan akurat untuk target pada 5000-8000m menggunakan Kamera termal Catherine-FC yang diproduksi oleh Thales Optronique. Penembak dilengkapi dengan sistem pembidik-siang 1G46 yang memiliki pencari jarak laser, channel misil kendali dan memungkinkan target berukuran tank terdeteksi dan ditembak pada kisaran jarak 5000m ke 8000m. Driver menggunakan penjejak TVN-5 siang dan malam.

Perlindungan

T-90 dipasangi dengan campuran plat baja konvensional, baja komposit dan baja reaktif-eksplosif (ERA). Glasis dan turret yang rendah dilindungi oleh ERA generasi ketiga Kontakt-5. Blok ERA ini memberikan penampilan khusus turret. Blok ERA juga dipasang di bagian atap turret dan memberikan perlindungan terhadap serangan ke bagian atas. Paket lapis baja turret bagian depan sebagai tambahan bagi ERA dan baja plating, berisi filler komposit dijepit di antara plat baja atas dan bawah, baja komposit mengambil keuntungan dari bahan-bahan konstruksi eksotik seperti keramik dan plastik untuk menurunkan berat dan meningkatkan perlindungan tank bila dibandingkan dengan plat baja.

T-90 dilengkapi dengan set countermeasures Shtora-1 (Rusia: Штора-1 atau "tirai"), yang diproduksi oleh Elektromashina dari Rusia. Sistem ini mencakup dua jammer inframerah di bagian depan turret, empat laser penerima peringatan, dua sistem peluncur granat aerosol 3D6 dan sistem kontrol terkomputerisasi. Shtora-1 memperingatkan awak tank ketika tank telah dibidik dengan senjata kendali-laser dan memungkinkan awak untuk mengubah arah turret untuk menghadapi ancaman. Jammer inframerah, TShU1-7 EOCMDAS, mengganggu perintah semi-otomatis untuk menyetarakan pandangan sistem kendali (SACLOS) dari beberapa sistem missil kendali anti-tank. Granat aerosol dapat digunakan untuk menyamarkan tank dari pencari jarak dan pembidik, serta pembidik dari sistem senjata lainnya. T-90S India tidak dilengkapi dengan set countermeasures Shtora-1.

Di samping sistem perlindungan aktif dan pasif, T-90 juga dilengkapi dengan perlindungan dari senjata nuklir, biologi dan kimia (NBC), penyapu ranjau KMT dan sistem pemadaman kebakaran otomatis.

Sepanjang sebuah laporan uji coba yang dilakukan oleh militer Rusia pada 1999, T-90 tertembak oleh berbagai amunisi RPG, ATGM dan APFSDS. Jika dilengkapi dengan Kontakt-5 ERA, T-90 tidak dapat ditembus oleh amunisi APFSDS atau ATGM apapun selama uji coba dan melebihi performa T-80U yang juga ikut ambil bagian dalam uji coba.



Markava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)


Designation: Merkava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: Israeli Ordnance Corps Facility - Israel
Country of Origin: Israel
Initial Year of Service: 1979
Number Built: 1,000


MBT seri Merkava merupakan tulang punggung bagi element lapis baja Israel. Tank ini merupakan hasil pengalaman dalam pemakaian produk asing dari AS, Inggris dan Perancis. Dengan situasi yang kurang mengundtungkan di sekitar Israel, maka perlu bagi mereka untuk mengembangkan tank sendiri. Tank ini sangat cocok untuk lingkungan urban dan gurun dengan menghasilkan proteksi maksimal bagi awaknya. Hasilnya, Merkava terus menjadi bagian utama bagi AD Israel.

Satu dari fitur desain terunik dari Merkava adalah keputusan untuk memasng mesin pada bagian depan hull.. Tank tradisional selalu memasang mesinnya pada bagian belakang, untuk melindunginya dari serangan frontal langsung. Berbeda dengan itu, Merkava mempunyai mesin yang dipasang di depan untuk melindungi awaknya dari serangan frontal langsung serupa. Sehingga, pengemudi duduk di bagian tengah belakang dan di sebelah kiri turret. Turretnya sendiri berbentuk melingkar dan rendah, sehingga tank ini lebih susah untuk dilihat atau dilacak dari jarak jauh. Pada turretnya terpasang meriam utama 105 mm dan senapan mesin koaksial 7,62mm. Sistem stabilisasi meriam memungkinkan penembakan pada saat bergerak dengan sebuah komputer targeting (produksi domestik). Tambahan dua senapan mesin 7.62 mm membuatnya lebih terlindungi dari serangan pesawat dan senapan ini juga berfungsi sebagai senjata anti-infantri. Sebuah mortar 60mm juga terdapat pada tank ini.


Tenaga Model Mk 1 dihasilkan oleh mesin General Dynamics Land Systems, AVDS-1790-6A, mesin diesel V-12 yang menghasilkan tenaga 900 hp. Mesin ini membuat Mk 1 dapat bergerak dengan kecepatan 28 mph dengan jarak 250 mil. Dengan berat lebih dari 66 ton, mobilitas Merkava sangat dipertanyakan.

Merkava Mk 2 merupakan pengembangan dari Mk 1, dengan lapis baja yang diupgrade dan sistem kontrol penembakan yang lebih canggih. Yang lebih penting, Mk 2 dapat bergerak lebih jauh, sekitar seperempat lebih jauh dari Mk 1. Mk 3 muncul kemudian, dilengkapi dengan meriam utama 120mm dan mesin yang lebih baik. Versi terbaru dari Merkava adalah Mk 4 dengan beberapa perubahan yang mengikuti teknologi MBT modern.


Specifications: Merkava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)

Dimensions:
Length: 28.31ft (8.63m)
Width: 12.14ft (3.70m)
Height: 9.02ft (2.75m)

Performance:
Speed: 29mph (46km/h)
Range: 249miles (400km)

Structure:
Accommodation: 4
Weight: 66.1 US Short Tons (60,000kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes

Power:
Engine(s): 1 x General Dynamics Land Systems AVDS-1790-6A V-12 with an output of 900hp.

Armament & Ammunition:
1 x 105mm main gun
1 x 7.62mm co-axial machine gun
2 x 7.62mm machine guns
1 x 60mm mortar launcher

Ammunition:
62 x 105mm projectiles
10,000 x 7.62mm ammunition

Variants:
Merkava Mk 1 - Initial Production Model Designation.
Merkava Mk 2 - Improved armor protection; improved range; updated fire control system; improved 60mm roof-mounted mortar launcher.
Merkava Mk 3 - 120mm main gun with upgraded powerpack at 1,200hp; new transmission system; improved suspension and fire control system; new threat warning system.
Merkava Mk 3 Baz - Improved armor protection
Merkava Mk 4 - Latest production version.
"Slammer" - Self-Propelled 155mm Gun (prototype)
ARV - Armored Recovery Vehicle (prototype)


T-72

Designation: T-72
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: Chelybinsk, Nizhnyi Tagil and Kirov - Russia
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1974
Number Built: Not Available


MBT T-72 sangat berhubungan dengan T-64. T-72 mempunyai ketinggian rendah dan merupakan salah satu tank Soviet yang paling dikenal. Tank ini juga merupakan salah satu tank Soviet paling sukses setelah pendahulunya tank era PD II T-34.

T-72 (kadang-kadang dikenal sebagai “Ural” untuk menandai wilayah kelahirannya) mempunyai mesin disel multi-bahan bakar V-12 yang dapat beroperasi dengan penggunaan diesel, bensin atau kerosin sebagai bahan bakar. Untuk menambah jarak jelajah, T-72 dapat dilengkapi dengan tambahan dua drum 200L.

Diperkirakan hampir 20.000 MBT T-72 masih beroperasi hingga saat ini. Negara Uni Soviet seperti Kroasia dan Romania mempunyai lisensi untuk memproduksi sendiri tank ini.

T-72 mempunyai meriam utama 2A46 Smooth-bore 125mm di turret yang berisi 3 awak. Turret-nya mempunyai pengisi proyektil otomatis (sampi dengan 8 pengisian per menit) mengurangi jumlah awak yang diperlukan. Dia mempunyai kemampuan amfibi jika sebelumnya diset secara khusus.

Lapis baja reaktif (eksplosif), peralatan penglihatan malam dan proteksi NBC penuh ditambahkan sebagai program agar T-72 tidak ketinggalan di abad baru ini.


Specifications: T-72

Length: 22.80ft (6.95m)
Width: 11.78ft (3.59m)
Height: 7.28ft (2.22m)

Performance:
Speed: 42mph (67km/h)
Range: 300miles (483km)

Crew: 3
Weight: 50.7 US Short Tons (46,000kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes - Infrared

Power:
Engine(s): 1 x V-84 V-12 Piston air-cooled multi-fuel diesel engine generating 840hp @ 2,000rpm.

Armament & Ammunition:
1 x 125mm main gun
1 x 12.7mm machine gun
1 x 7.62mm coaxial machine gun
2 x 6 smoke grenade dischargers
Ammunition:
45 x 125mm projectiles
300 x 12.7mm ammunition
2,000 x 7.62mm ammunition
12 x smoke grenades

Variants:
T-72 - Base production model
T-72K - Commander's Base-version Vehicle
T-72A - Various modifications
T-72AK - Commander's A-version Vehicle
T-72AV - Features explosive reactive armor
T-72M - Export model of T72A
T-72M1 - Additional armor; Modernized variant
T-72B - Additional turret armor
T-72BK - Commander's B-version Vehicle
T-72B1 - Sans anti-tank launcher
T-72S - Export variant of T72B model
T-72S1 - Export variant of T72B1 model
T-72BM - Features updated explosive reactive armor.
T-90
P-T91 - Polish-produced T72
TR-125 - Romamian-produced T72
M-84 Degmen - Croatian-produced T72
T-72 155mm - Trialed
T-72 120mm - Trialed
MTU-72 AVLB - Bridgelayer
BREM-1 - Armored Recovery Vehicle
IMR-2 - Battlefield Engineering Vehicle
BMR-3M - Anti-mine Vehicle
BMPT - Armor Support Vehicle
T-72M4 CZ


Duro Dakovic M95 Degman


MBT milik Kroasia Duro Dakovic M95 Degman merupakan produksi lokal yang mempunyai banyak kesamaan dengan T-72 milik Rusia, tetapi memiliki banyak fitur yang telah dikembangkan. M95 sendiri merupakan versi pengembangan dari M84 Degman milik Yugoslavia.

Turret dan Hull dibuat dengan baja kuat. Tank ini juga bisa beradaptasi dengan explosive reactive armor. Awak tank ini tiga orang, dengan pengisian peluru secara otomatis. Dengan sistem komputer kontrol penembakan, tank ini dapat menembak target baik di siang atau malam hari dan baik target bergerak maupun diam.

Specifications
Designation: Duro Dakovic M95 Degman
Length: 33.27 ft | 10.14 m
Width: 11.78 ft | 3.59 m
Height: 7.19 ft | 2.19 m
Engine(s): 1 x 12-cylinder diesel generating 1,000hp. There is also an optional 1,200hp diesel engine.
Weight: 49.1 tons (US Short) | 44,500 kg
Max Speed: 43 mph | 70 km/h
Max Range: 435 miles | 700 km
Armament: 1 x 125mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7mm anti-aircraft machine gun; 2 x 6 smoke dischargers
Ammunition: 42 x 125mm projectiles; 2,000 x 7.62mm ammunition; 360 x 12.7mm ammunition; 12 x smoke grenades
NBC Protection: Yes
Night Vision: Yes
Crew: 3
Operators: Croatia

Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1


Designation: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: Krauss-Maffei Wegmann, Munich, Germany
Country of Origin: Germany
Initial Year of Service: 1965
Number Built: 5,816

Leopard 1 merupakan tank dengan desain (setelah perang) klasik milik Jerman yang mempunyai fitur seperti pendahulunya, skirting bergelombang dan turret yang terpasang di bagian depan bodi tank.

Leopard 1 mulai beroperasi pada 1965 untuk AD Jerman dan diminati oleh banyak negara asing. Walaupun tidak beroperasi secara penuh di AD Jerman, Leopard 1 mengalami banyak pengembangan dan modifikasi di negara lain agar lebih ringan pengoperasiannya. Sasis-nya juga digunakan untuk produksi peralatan/kendaraan artileri 35mm “self-propelled” Gepard Flakpanzer dan kendaraan “combat engineering”.

Sistem NBC, penglihatan malam, dan beberapa pilihan lain (termasuk lapis baja ekstra) juga tersedia untuk Leopard 1. Versi awal Leopard 1 mempunyai alat penglihatan malam inframerah, sementara versi selanjutnya menggunakan peralatan penglihatan malam pasif.

Oto Melara memproduksi Leopard 1 secara lokal di Italia untuk AD Italia. AD Jerman tidak lagi menggunakan Leopard 1 sejak digantikan oleh Leopard 2.


Specifications: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Dimensions:
Length: 31.30ft (9.54m)
Width: 11.06ft (3.37m)
Height: 8.60ft (2.62m)

Performance:
Speed: 40mph (65km/h)
Range: 373miles (600km)

Structure:
Accommodation: 4
Weight: 46.7 US Short Tons (42,400kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes - Passive

Power:
Engine(s): 1 x MTU MB 838 Ca M500 10-cylinder multi-fuel engine generating 830hp @ 2,200rpm.

Armament & Ammunition:
1 x 105mm main gun
1 x 7.62mm coaxial machine gun
1 x 7.62mm machine gun
2 x 4 smoke grenade dischargers
Ammunition:
60 x 105mm projectiles
5,500 x 7.62mm ammunition
8 x smoke grenades

Variants:
Leopard 1A1A1 - Additional Turret Armor
Leopard 1A2 - Updated turret function and passive night vision equipment installed.
Leopard 1A3 - Improved armor protection and new all-welded turret production.
Leopard 1A4 - Integrated fire control system implemented. This represents the last variant used by the German Army.
Leopard 1A5 - Updated nightvision equipment, computerized fire control and became upgraded version for all earlier German Army models.
Leopard 1 AVLB - Bridgelayer
Leopard 1 ARV - Armored Recovery Vehicle
Leopard 1 AEV - Engineering Vehicle
Leopard 1 Trainer - Sans turret, replaced with windowed turret for driver training.
Gepard Flakpanzer - Mobile twin-35mm anti-aircraft air defense system (Leopard 1 chassis).


Al Khalid (MBT 2000)


Al Khalid diproduksi bersama dengan NORINCO (China North Industries Corporation). Tank ini mempunyai “loader” senjata otomatis, yang mengurangi jumlah awak di dalam turret. Sistem NBC dan “explosive reactive armor” menghasilkan survivabilitas pada medan pertempuran. Al Khalid adalah sistem senjata yang sama dengan Seri Type 90-IIM milik China yang oleh sistem Pakistan diberi nama “MBT 2000”. Sistem kontrol penembakan seluruhnya terkomputerisasi dan menghasilkan stabilitas pelacakan target di siang dan malam hari yang dapat digunakan oleh penembak maupun komandan tank. Kemampuan amfibi-nya terbatas dan membutuhkan tambahan sistem snorkel.


Specifications:
Designation: Al Khalid (MBT 2000)
Length: 35.01 ft ; 10.67 m
Width: 11.15 ft ; 3.40 m
Height: 7.55 ft ; 2.30 m
Engine(s): 1 x 8-cylinder 4-stroke water-cooled turbocharged diesel engine generating 1,200 hp.
Weight: 52.9 tons (US Short) ; 48,000 kg
Max Speed: 43 mph ; 70 km/h
Max Range: 267 miles ; 430 km
Armament: 1 x 125mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7anti-aircraft machine gun; 2 x 6 smoke dispensers
Ammunition: 39 x 125mm projectiles; 500 x 12.7mm ammunition; 2,000 x 7.62mm ammunition; 12 x smoke grenades
NBC Protection: Yes
Night Vision: Yes
Crew: 3
Operators: Pakistan


Arjun (Lion) - Military Tanks

Arjun (diambil dari nama pahlawan mitos Arjuna) merupakan tank domestik pertama milik India. Mendapat pengalaman tak ternilai dalam produksi lokal di bawah lisensi tank Vijayanta (tank Mk 1 milik Vickers Defense Systems Inggris), Defense Research and Development Organization (DRDO) India mulai membuat desain dan memproduksi MBT (Main Battle Tank) sendiri untuk memenuhi kebutuhan penggantian tank di Angkatan Darat India. Hasilnya adalah Arjun yang merupakan usaha yang luar biasa bagi industri lokal India, dengan bantuan dari Jerman dan Belanda. Sayangya terjadi pembengkakan dana dan beberapa kali penundaan dalam proyek ini.

Purwarupa Arjun pertama diperkenalkan pada tahun 1984 dan didesain menjadi MBT seberat 40 ton yang dilengkapi dengan meriam utama 105 mm standar-industri. Tetapi akhirnya diubah menjadi tank seberat 50 ton dengan meriam utama yang lebih besar dan potensial sebesar 120 mm. Dari luar, tank ini mempunyai kesamaan dengan tank-tank lain pada tank generasi sekarang ini. Tank ini diawaki oleh 4 orang dan sopirnya berada di “hull”. Desainnya mempertahankan kerendahan hati dan dilengkapi dengan 7 roda di tiap sisi track-nya dengan beberapa lapis baja di bagian atas-nya. Tangki bahan bakar eksternal dapat dibawa di bagian belakang tank untuk meningkatkan jarak jangkau. Persenjataannya terdiri dari meriam utama 120mm dengan sebuah senjata mesin 7.62 mm yang terpasang secara koaksial. Selain itu terdapat senjata mesin anti-pesawat tunggal 12.7mm (kaliber 50) yang dipasang pada puncak “turret”. Total 39 proyektil amunisi 120mm dibawa dalam kontainer khusus dan terpisah dari awak sehingga meningkatkan tingkat keselamatan awak.

Tenaga tank dihasilkan dari mesin disel berpendingin-air MTU 838 Ka 501 series turbocharged yang menghasilkan sekitar 1.400 tenaga kuda. Mesin dengan tenaga lebih besar sekitar 1500 tenaga kuda saat ii masih dalam pengembangan. Perhatian khusus juga diberikan pada sistem kontrol-penembakan yang dihubungkan dengan sistem suspensi rumit dan komponen stabilisasi senjata yang menjadikan Arjun mempunyai kemampuan “first hit” yang sangat baik jika dibandingkan dengan tank lain segenerasi. Beberapa kemampuan amfibi juga telah ditunjukkan.

Telah diharapkan bahwa sasis Arjun akan digunakan pada banyak sekali mesin/kendaraan lain yang masih berhubungan. Diantaranya adalah kendaraan purwarupa “armored recovery”, “armored reconnaissance”, self-propelled gun, dan kendaraan pertahanan udara (anti-pesawat). Serta sebuah kombinasi menarik antara turret Arjun dan sasis kelas T-72 untuk membentuk Tan EX.

Akan tetapi, karena lambatnya perkembangan program Arjun, India memutuskan untuk membeli MBT buatan Rusia dalam jumlah besar untuk sementara, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kendaraan lapis baja milik Pakistan. Sekitar 32 Tank Arjun telah dibuat termasuk sebuah purwarupa dan 12 model. Direncanakan India akan memesan 125 tank Arjun yang merupakan jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan perkiraan awal sebanyak 1000-2000 tank pada awal proyek di tahun 1970an.


Specifications:
Designation: Arjun (Lion)
Length: 33.43 ft; 10.19 m
Width: 12.60 ft; 3.84 m
Height: 7.61 ft; 2.32 m
Engine(s): 1 x MTU 838 Ka 501 12-cylinder liquid-cooled turbocharged diesel engine generating 1,400hp @ 2,500rpm.
Weight: 64.6 tons (US Short); 58,600 kg
Max Speed: 42 mph; 67.6 km/h
Max Range: 300 miles; 483 km

Armament:
1 x 120mm rifled main gun
1 x 12.7mm (.50 caliber) AA machine gun
1 x 7.62mm (.30 caliber) coaxial machine gun
12 x smoke grenade dischargers

Ammunition:
39 x 120mm projectiles
3,000 x 7.62mm ammunition
1,000 x 12.7mm (.50 caliber) ammunition
12 x smoke grenades

NBC Protection: Yes
Night Vision Yes
Crew: 4
Operator: India


Sumber:
http://forumbebas.com

Monday, September 7, 2009

Evolusi si BENTENG Berjalan, Fungsi maupun Bentuk

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata darat paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan efek mentalnya terhadap infanteri.



Tank pertama kali dipakai pada Perang Dunia I untuk memecahkan kebuntuan perang parit, dan peran tank lama-kelamaan berevolusi untuk mengantikan peran kavaleri. Istilah tank (tangki) muncul pada saat pembuatan tank-tank pertama di pabrik-pabrik di Inggris: para pekerja diberitahukan bahwa mereka sedang membuat sebuah kendaraan pengangkut air beroda rantai, jadi pembuatan kendaraan tempur ini bisa dirahasiakan.

Perang Dunia I: Tank-tank pertama


Kondisi pertempuran Perang Dunia I di Front Barat membuat Angkatan Darat Inggris berpikir untuk mengembangkan kendaraan yang bisa menyeberangi parit, menghancurkan kawat berduri, dan tidak mempan ditembak senapan mesin. Prototipe tank pertama kali diuji oleh militer Inggris pada 6 September 1915.

Tank pertama kali dipakai dalam perang ketika Kapten H. W. Mortimore membawa tank Mark I dalam Pertempuran Somme pada 15 September 1916. Perancis mengembangkan tank Schneider CA1 yang dibuat dari traktor Holt Caterpillar, dan pertama kali digunakan pada 16 April 1917. Penggunaan tank secara besar-besaran dalam pertempuran terjadi pada Pertempuran Cambrai pada 21 November 1917.

Perubahan-perubahan pada medan perang dan buruknya kinerja tank memaksa Sekutu untuk terus mengembangkan konsep tank ini. Tank terus berkembang pada Perang Dunia I, misalnya tank Mark V, yang dibuat sangat panjang sehingga bisa melewati parit-parit yang lebar sekalipun..

Perkembangan desain dan taktik



Pada masa di antara dua perang dunia ini, dikembangkan berbagai macam kelas tank, khususnya di Inggris. Tank ringan, yang beratnya kurang dari sepuluh ton, digunakan untuk tugas pemantauan, dan hanya dipersenjatai senapan mesin ringan yang hanya ampuh digunakan melawan tank ringan lainnya. Tank sedang atau tank cruiser, lebih berat dan bertujuan untuk perjalanan cepat jarak jauh. Dan yang terakhir, tank berat atau tank infanteri, adalah tank dengan lapisan pelindung yang berat, yang berjalan lambat. Tank ini dibuat untuk digunakan untuk menembus pertahanan bersama-sama dengan infanteri. Pelindungnya yang berat membuatnya bisa tahan ditembak senjata anti-tank. Setelah tank berat dan infanteri berhasil melubangi garis pertahanan lawan, tank sedang akan dikirim melalui lubang tersebut dan menyerang jalur logistik dan satuan komandan. Taktik seperti ini akhirnya dikembangkan oleh Jerman dalam konsep blitzkrieg.

Tank pada Perang Dunia II

Perang Dunia II mendapati perkembangan pesat pada tank. Jerman misalnya, menggunakan tank-tank ringan seperti Panzer I yang sebelumnya digunakan hanya untuk latihan. Tank-tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya menjadi unsur paling penting dalam blitzkrieg. Namun, tank ringan ini kalah menghadapi tank Inggris dan lebih lagi melawan tank T-34 Soviet. Dan pada akhir perang semua pihak telah secara drastis menambah ukuran meriam dan pelindung tank. Misalnya, Panzer I hanya memakai dua senapan mesin, dan Panzer IV, tank paling berat Jerman pada awal Perang Dunia II menggunakan meriam 75 mm kecepatan rendah, dan beratnya dibawah 20 ton. Pada akhir perang, tank sedang standar Jerman, Panther, menggunakan meriam 75 mm kecepatan tinggi, dan beratnya 45 ton.

Perkembangan semasa perang lain adalah diperkenalkannya sistem suspensi yang jauh lebih baik. Mungkin hal ini terdengar tidak penting, tapi kualitas suspensi adalah penentu kinerja cross-country tank. Tank dengan suspensi yang buruk akan mengakibatkan getaran yang besar yang dirasakan pengendara, ini akan mengakibatkan sulitnya pengoperasian, mengurangi kecepatan, dan membuat penembakan sambil berjalan menjadi tidak mungkin. Sistem suspensi baru seperti sistem suspensi Christie atau suspensi torsion bar meningkatkan kinerja dan kecepatan secara drastis.

Meriam berputar, yang sebelumnya tidak tersedia pada semua tank, dianggap sebagai hal yang sangat penting.[4] Meriam ini harus bisa digunakan melawan tank lain, jadi diusahakan sebesar dan sekuat mungkin, sehingga berarti tank cukup memiliki satu meriam yang harus sangat kuat. Akibatnya, desain tank dengan banyak meriam, seperti T-35 Soviet, ditinggalkan.

Perang Dingin dan seterusnya




Setelah Perang Dunia II dan memasuki Perang Dingin, negara-negara maju dan adikuasa mengambil pelajaran dari Jerman dalam penggunaan kekuatan tank. Tambahan ancaman perang nuklir dan kimia membuat tank juga dilengkapi perlengkapan perang nuklir dan kimia. Kemajuan dalam teknologi meriam dan amunisinya membuat tank semakin ditakuti, dan masing-masing negara berlomba-lomba untuk menyempurnakan teknologinya.

Namun justru ancaman terbesar tank saat ini adalah pasukan infanteri yang dilengkapi dengan persenjataan ringan yan memiliki daya hancur yang dahsyat, dengan mengembangkan peluru kendali anti-tank jinjing yang merupakan hasil pengembangan dari bazoka pada Perang Dunia II. Ditambah dengan berkembangnya kemampuan angkatan udara dengan helikopter tempur yang memiliki kemampuan anti-tank.

Perlindungan

Tank tempur utama (Main battle tank, MBT) adalah kendaraan tempur yang memiliki perlindungan paling kuat di medan perang. Perlindungannya dirancang untuk melindungi tank dan pengendaranya dari semua bahaya, termasuk penetrator energi kinetik yang ditembakkan tank lain, peluru kendali anti-tank (ATGM) yang ditembakkan infanteri atau pesawat udara, dan ranjau. Tetapi jumlah perlindungan yang dibutuhkan untuk melindungi tank dari segala arah akan sangat berat dan tidak memungkinkan; oleh karena itu dalam perancangan sebuat tank harus ditemukan keseimbangan yang tepat antara perlindungan dengan berat.

Ada banyak jenis perlindungan. Perlindungan yang paling sering ditemukan adalah perlindungan pasif, yaitu lapisan logam, baja, atau keramik. Tipe perlindungan yang lain adalah perlindungan reaktif. Perlindungan reaktif ini meledak ke arah luar, dan merubah arah proyektil yang datang. Perlindungan reaktif akan berupa balok yang ditempelkan, bukan lapisan yang permanen. Perlindungan reaktif cocok dipakai melawan proyektil berhulu ledak dan perlindungan pasif cocok melawan proyektil penetrator energi kinetik.

Pembagian ketebalan lapis baja tidak merata. Pada umumnya, lapisan paling tebal ada pada bagian depan tank dan bagian depan meriam. Lapisan pada samping dan atas tank biasanya lebih tipis, sedangkan bagian belakang tank–khususnya bagian di atas mesin–memiliki lapisan yang paling tipis..

Persenjataan

Senjata utama tank adalah meriamnya, yang ukurannya hanya dilampaui oleh howitzer artileri yang besar. Biasanya ukuran kaliber tank Barat adalah 120 mm dan tank Timur 125 mm. Meriam tank bisa menembakkan peluru penetrator energi kinetik (KE) dan peluru high explosive (HE). Beberapa tank juga bisa menembakkan rudal atau roket melalui meriamnya, yang dapat memperjauh jarak jangkauan dan memungkinkan untuk menghancurkan target udara. Pada umumnya tank memiliki senapan mesin yang sejajar (coaxial) dengan meriam utama. Senapan mesin ini umumnya berkaliber kecil antara 7,62 mm sampai 12,7 mm untuk digunakan menghadapi target infanteri, tetapi ada beberapa tank Perancis yang menggunakan senjata coaxial kaliber besar 20 mm seperti tank AMX-30, yang bisa digunakan untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan. Selain meriam utama dan senjata sekunder, tank juga biasa dilengkapi dengan senapan mesin anti pesawat udara yang berada di atap tank.

Dahulu, meriam tank dibidik menggunakan mata saja sehingga kurang akurat, apalagi bila tank sedang berjalan ketika meriam akan ditembakkan. Sekarang tank modern memiliki banyak peralatan canggih untuk membantu meningkatkan akurasi. Giroskop digunakan untuk menstabilkan meriam utama; pengukur laser digunakan untuk menghitung jarak ke target; komputer digunakan untuk mengkalkulasikan ketinggian dan sudut tembak, dengan memperhitungkan kecepatan angin, suhu udara, dan faktor-faktor lainnya.




Hampir semua tank tempur utama memiliki pelontar granat asap, yang dengan cepat bisa menyebarkan sebuah selimut asap yang akan melindungi tank bila sedang mundur atau disergap. Selimut asap ini tidak dipakai secara ofensif, karena asap juga akan menutupi penglihatan para penyerang, dan asap ini dapat memberitahukan kepada musuh bahwa serangan akan segera dilakukan. Tetapi pada beberapa tank seperti tank Perancis Leclerc, pelontar granat asap ini juga bisa digunakan untuk menembakkan gas air mata dan granat anti personel.

.

Mesin



karena diesel tidak mudah terbakar walaupun terkena panas yang sangat tinggi. Pada beberapa rancangan, seperti pada tank Merkava Israel, tangki bahan bakar diesel diletakkan mengitari kru, dan secara efektif menjadi lapisan pelindung kedua. Selain itu, mesin diesel juga lebih ekonomis dan bisa memberikan jangkauan yang lebih banyak dari mesin lain. Kelemahannya adalah mesin diesel sulit untuk dinyalakan dan terasa kurang bertenaga. Selain itu, asap tebal yang dihasilkan juga menyulitkan untuk menyerang secara diam-diam. Penggunaan mesin bensin memiliki kelemahan yang bertolak belakang dengan mesin diesel. Bensin sangat mudah terbakar, mengharuskan tangkinya diletakkan jauh dari kru. Selain itu, jarak jangkaunya lebih kecil. Keunggulannya adalah mesinnya dapat lebih mudah dinyalakan dan bertenaga tinggi, serta suaranya lebih kecil dari mesin diesel dan mesin turbin. Tank-tank yang lebih baru seperti tank Leopard Jerman memiliki mesin pembakaran dalam multi-bahan bakar, yang dapat menerima diesel, bensin, dan bahan bakar lainnya.




Mesin turbin juga populer pada tank-tank terbaru. Mesin ini bisa mengeluarkan tenaga yang besar dan lebih efisien dari mesin lainnya. Kelemahannya adalah, pada kecepatan paling rendah pun mesin ini tetap mengkonsumsi bahan bakar seperti biasa, yang jauh lebih banyak daripada mesin lain pada kecepatan rendah. Pada Perang Teluk, M1 Abrams Amerika Serikat membakar banyak bahan bakar hanya untuk tetap menyalakan peralatan infra-merah dan elektronik lainnya, sementara tank lain dapat menghemat bahan bakar dengan menurunkan kecepatan mesin.

Pergerakan



Sebuah tank tempur utama dirancang untuk memiliki mobilitas tinggi dan dapat melewati segala macam medan. Tank menggunakan dua atau empat tapak rantai untuk bergerak. Rantai ini digerakkan oleh sebuah roda besar di tiap tapaknya yang menyalurkan tenaga dari mesin. Roda rantainya yang lebar menyebarkan tekanan yang dihasilkan oleh beratnya tank, membuat tekanan yang dihasilkan dapat setara dengan kaki manusia.[6] Jenis medan yang sangat menyulitkan tank adalah tanah yang sangat lembut seperti rawa, dan medan berbatu yang memiliki batu-batu besar. Pada medan "biasa", tank diharapkan bisa berjalan dengan kecepatan 30–50 km/jam, dan kecepatan di jalanan bisa mencapai 70 km/jam.



Meskipun begitu, logistik pergerakan tank tidak mudah. Di atas kertas, atau ketika uji coba selama beberapa jam, sebuah tank memang memiliki kemampuan off-road yang mengungguli kendaraan roda biasa apapun. Di atas jalananpun, kecepatannya juga tidak jauh berbeda dengan kendaraan lapis baja beroda biasa. Namun dalam prakteknya, kecepatan tinggi tank hanya bisa digunakan untuk beberapa saat, sebelum terjadi kerusakan mekanis. Tank tidak bisa senantiasa berjalan pada kecepatan tertinggi, dan harus berhenti secara rutin untuk melakukan perbaikan pencegahan agar selalu siap untuk bertempur.

[b]Karena tank yang tidak bisa bergerak merupakan target yang mudah bagi mortir dan artileri, kecepatan biasanya tidak dipakai secara maksimum, dan selalu diusahakan untuk selalu menggerakan tank dengan kendaraan pengangkut tank atau kereta api, untuk menghemat tenaga tank. Tank pada akhirnya akan bergantung pada kereta api dan infrastruktur rel kereta api, karena tak ada angkatan bersenjata yang memiliki cukup banyak kendaraan pengangkut tank untuk mengangkut semua tank mereka. Karena itulah, jembatan rel kereta api dan stasiun rel kereta api merupakan target utama bagi mereka-mereka yang ingin memperlambat laju serangan tank.[/b]
.
Tank Centurion



Centurion adalah tank utama Inggris pada masa setelah Perang Dunia II, dan banyak dianggap sebagai tank rancangan Inggris yang paling sukses. Tank ini dirancang pada Perang Dunia II, tapi belum sempat digunakan pada pertempuran karena baru selesai pada akhir Perang Dunia II. Tank ini lalu digunakan pada Perang Korea, dimana tank ini mengalahkan kemampuan tank Amerika Serikat dan Uni Soviet. Tank ini juga digunakan Australia pada Perang Vietnam dengan peran pendukung. Tank ini kemudian menjadi salah satu tank yang paling banyak digunakan, dengan sejumlah kecil masih digunakan sampai tahun 1990-an. Bahkan, pada konflik tahun 2006 di Lebanon Selatan, terlihat bahwa pihak Israel masih menggunakan tank Centurion tanpa meriam yang digunakan sebagai kendaraan pengangkut.

Challenger 1




Challenger 2


Tank Scorpion




FV101 Scorpion adalah tank ringan modern buatan Inggris. Dibuat oleh Alvis Vickers dan dipakai oleh militer Inggris pada tahun 1973 sampai tahun 1994. Lebih dari 3000 buah tank jenis ini diproduksi.

Tank jenis ini merupakan kendaraan militer yang cepat, tangkas dan dapat dibawa dengan pesawat udara. Terbuat dari bahan utama aluminium dan dipersenjatai dengan senjata meriam 76mm. Model awal menggunakan mesin (bensin) Jaguar 4.2 liter dan dapat berjalan dengan kecepatan 76 km/jam. Jenis terakhir menggunakan mesin disel.



Sumber:
http://forumbebas.com

Sunday, September 6, 2009

PESAWAT TEMPUR CANGGIH

Pesawat Tempur adalah pesawat militer yang dirancang untuk menyerang pesawat lain di udara. Berbeda dengan pesawat pengebom, yang dirancang untuk menyerang target di permukaan. Pesawat tempur relatif lebih kecil, cepat, dan lincah.

Klasifikasi pesawat tempur dibuat berdasarkan generasi dan Berikut ini adalah 10 jenis pesawat tempur canggih generasi kelima versi coldfire.

Mitsubishi Japan F-2 (Jepang)



18 Super Hornet (Amerika)




SU 47 (Rusia)



Dessault Rafle (Francis)




SU 30 (Rusia)



Jas 39 Gripen (Swedia)



Chengdu J-10 (China)



F-22 Raptor (Amerika)



Su 34 (Rusia)



Eurofighter Typhoon (Britania Raya)







Dari semua pesawat canggih tersebut ternyata Rusia masih unggul dengan mengusung beberapa pesawat tempur Jenis Sukhoi di bandingkan dengan musuh bebuyutannya Amerika.




Sumber:
http://rixco.multiply.com/journal/item/415/10_JENIS_PESAWAT_TEMPUR_CANGGIH_MASA_KINI_VERSI_COLDFIRE